Posted in Flash Fiction, Karyaku, Sharing

Sabtu pagi di taman

Kau datang tiba-tiba.

Waktu itu aku masih ingat benar detailnya. Bagaimana bisa? Jangan kau tanyakan, sebab aku pun tak mengerti. Mungkin karena kau begitu membekas bagiku.

Saat itu di pagi hari, sabtu pagi tepatnya, aku seperti biasa lari pagi keliling kompleks rumah. Matahari masih malu-malu menampakkan dirinya, para ibu sudah mulai mengerumuni bapak tukang sayur, saling menyapa satu sama lain dan berbagi cerita seperti biasanya, bergosip.

Aku melewati mereka, tak peduli seberapa hot-nya gossip yang mereka bagi. Menghirup udara segar, sambil mengatur nafasku yang mulai terasa berat karena lelah. Lariku memelan ketika aku sudah mendekati taman.

Aku duduk di dekat bangku taman, dipojok. Langit sangat cerah. Matahari sudah tersenyum manis di ufuk timur. Anak-anak kecil mulai berlarian ditaman, entah sekedar bermain-main atau sarapan. Beberapa ibu-ibu atau babysitter  sibuk mengejar anak kecil yang lincah-lincah untuk menyuapi mereka.

Ketika aku sedang menikmati pagi itu sambil mengagumi betapa lucunya dan lugunya anak kecil yang belum mengenal benar pahit hidupnya kehidupan, kau datang menghampiriku. Awalnya aku acuh tak acuh padamu, tapi akhirnya aku menghiraukanmu karena kau sangat bawel. Kau tahu? Itu kali pertamanya aku punya teman mengobrol sepertimu.

Kaupun pergi tiba-tiba.

Tak ada salam perpisahan. Aku mencarimu setiap sabtu pagi sehabis lari pagi, ketika istirahat di taman. Kau tidak ada. Kemanakah kau? Bukankah setiap hari sabtu pagi biasanya kau menemaniku? Tapi kini kali ketiganya kau tidak ada. Sudahkah kau bosan mengajakku mengobrol?

Entahlah. Benar kata orang, makhluk sepertimu sungguh sangat angin-anginan. Tak setia. Tapi Aku rindu sikapmu yang manja. Aku berharap kau baik-baik saja. Apakah sebaiknya memang kita tidak boleh dekat, toh kita memang berbeda. Entahlah. Namun aku bersyukur bisa dekat denganmu, walau hanya sebentar.

“Bruno, ayo kita pulang.” Tuanku mengelus kepalaku kemudian berdiri. Aku mengikutinya disamping. Mengedarkan pandanganku sambil memicingkan telingaku yang peka, berharap mendengar meongan khasmu disetiap sabtu pagi.

Advertisements
Posted in Sharing

Happy Anniversary

Eh udah dua tahun ya blog ini berdiri?!

Terharu :’) gak sadar ternyata uda lama juga :p

Tadi pagi Dapat pesan dari mimin WordPress, ngucapin happy anniversary yang kedua dan bilang keep up blogging.

Aizz, jadi malu selama kurun waktu dua tahun ini cuma ngepost 29 kali :p

Sangat tidak produktif. ckckckck

 

Anyway sepertinya bakalan lebih sering ngepost tentang flash fiction, berhubung bingung ngepost apa terus suka ikutan kuis flash fiction juga sih.

Itung-itung sambil nyelam minum air lah. Hohohoo

Ok, Let see what happen year later with this blog. 😀

Cheers^^

Posted in Sharing

a little prayer

It’s midnight now, don’t know what happened with me. I feel something wrong with my body.

God, please bless me, My guardian Angels and patron saint, please pray and protect me.

Mary, mother of God.. Please Pray for me

Posted in Flash Fiction, Karyaku, Sharing

My Lovely John

“Ok, John.. Aku tak akan mendekatinya lagi” Aku mendelik pada John yang dari tadi sudah merasa tak nyaman. ”Bye Felix, aku balik duluan ya. Ayo John.” Pamitku sambil berjalan pulang bersama John disisiku. Aku mengerti sekali sifat posesif John, dia takut aku berpaling darinya. Terlalu posesif, tapi ini semua karna masa lalunya.

Aku masih ingat dua tahun yang lalu saat bertemu dengannya. Maris, Teman dekatku yang mengenalkannya denganku. Saat pertama melihatnya, aku langsung jatuh cinta. Raut wajahnya begitu menggemaskan namun seperti mendamba cinta. Aku serasa tersihir oleh kehadirannya yang membuatku nyaman.

Aku selalu ingin bertemu dengannya. Setiap pulang sekolah pasti selalu mampir ke rumah Maris untuk bertemu dengan John yang untuk sementara tinggal bersama Maris. Setelah beberapa minggu berlalu akhirnya mama menyadari tingkah anehku yang selalu ke rumah Maris sepulang sekolah.

Kemudian aku menceritakannya pada mama dan meminta izin supaya John boleh tinggal dirumah. Awalnya mama sangat melarang, tapi karena aku memohon-mohon akhirnya diperbolehkan. Dan sekarang semua orang dirumah sangat mencintainya. Kehadirannya membuat rumah semakin semarak. Ternyata bukan aku saja yang tersihir tapi Mama dan Papa juga. Aku senang, awalnya aku merasa was-was kalau-kalau kehadirannya membuat papa dan mama tidak nyaman.

Menurutku seharusnya John sudah tidak kekurangan cinta lagi, seharusnya dia tidak posesif lagi. Mungkin pengalaman dibuang oleh tuannya semulalah yang membuatnya seperti ini. Atau memang sudah bawaannya aku pun tak tahu.

“John, bagaimana jalan-jalanmu hari ini?” Sapa Papa begitu melihat kami memasuki  pekarangan rumah. Papa mengusap-usap kepala John dengan lembut dan John membalasnya dengan gong-gongan halus.

Posted in Sharing

Bisnis ku

Berhubung dari postingan kemaren aku udah janji untuk ngepost bagaimana bisnisku, jadi kali ini aku ngepost apa itu ide bisnisnya.

Simpel aja sih sebenernya, hehehe…
cuma jualan kecil-kecilan

Jualan berbagai macam Boneka.
So, buat teman-teman yang mau beli boneka, silahkan di order di saya ya..
di jamin murah deh 😀

kalo mau liat-liat gimana contohnya, bisa langsung dibuka aja fanpage Facebook Peniti Rainbow dan jangan lupa di like ya.

atau bisa juga follow twitternya di @penitirainbow

Kalai blognya Peniti Rainbow juga ada..

jadi silahkan pesen aja langsung, kalau ada barang yang dipengen tapi gak ada di gambar, silahkan tanya saja nanti kami cari 😀

Selamat berbelanja 😀

Salam bisniss…

 

Posted in Sharing

Pengabdian seorang Guru

Bagaimana sih guru yang berkualitas baik itu? Saya rasa jika pertanyaan ini ditanyakan, mungkin akan ada banyak jawaban yang terlontar. Terkadang akan ada yang menilai secara subjektif, bahwa guru yang berkualitas adalah guru yang cara mengajarnya bisa ia terima. Namun masing-masing guru memiliki gaya khasnya sendiri dalam mengajar, siswa juga memiliki tingkat kecerdasan tersendiri dalam menerima pengajaran yang diberikan. Suatu cara dalam mengajar mungkin bisa diterima oleh sebagian siswa tapi oleh sebagian siswa lagi belum tentu dapat diterima.

Saya menilai kualitas guru adalah dengan bagaimana ia mengabdi, bagaimana cara ia mencintai profesinya. Ketika ia mencintai profesinya maka pengabdiannya akan seluruhnya diberikan pada siswa-siswanya, akan dilakukan yang terbaik yang mampu dilakukannya.

Saya memiliki seorang guru, yang sampai sekarang tetap saya kenang. Kalau dari metode atau cara mengajar, beliau bukanlah guru terfavorit saya. Namun yang membuat saya terkesan dan mengenang beliau sampai sekarang adalah bagaimana dedikasinya dan cintanya terhadap kami siswanya.

Beliau adalah seorang guru yang patut diacungi jempol, kita -dunia pendidikan Indonesia- butuh seseorang yang seperti beliau. Ia adalah guru bahasa Indonesia saat saya duduk di bangku sekolah atas. Saat saya berada dikelas tiga, saat Ia mengajar tiba-tiba beliau jatuh pingsan. Ternyata selama ini beliau mengidap penyakit (Saya lupa apa) parah. Ketika ia mengajar, tidak pernah sekalipun beliau menunjukkan penderitaannya. Ia dikenal dengan sifat lucunya, sering kali ia bercanda sehingga membuat siswa-siwa akrab dengannya.

Saat itu masa-masa mendekati Ujian Nasional, sementara pihak sekolah belum mendapatkan seorang guru yang bisa menggantikannya. Ia masih saja mengajar kami dengan ceria sambil menunggu ada guru yang dapat menggantikannya mengajar.

Ketika Ia sudah tidak lagi mengajar, ia tetap berhubungan dengan kami. Ia sering bertanya bagiamana persiapan kami menghadapi UN. Ketika kami datang kerumah untuk menjengguk, senyum khas dan candaannyapun tak hilang. Ia juga tak lupa memberi kami wejangan dan semangat untuk mempersiapkan UN dan SNMPTN.

Ketika kami lulus semua, beliau mengucapkan selamat dan ikut bergembira. Kemudian kami melanjutkan kuliah kami masing-masing. Sampai akhirnya belum genap satu semester kami memasuki dunia kampus, ada berita bahwa beliau telah meninggal dunia.

Bagi semua guru, pengabdianmu adalah yang terbaik bagi kami muridmu. Guru memang pahlawan tanpa jasa. Tanpamu apalah jadinya kami? Tak bisa baca tulis, tak bisa menghitung, dunia kami akan gelap gulita. Terimakasih telah menjadi kunci dari jendela cakrawala kami.

Posted in Sharing

Mau berbisnis? Gak Susah kok..

            Kamu mau bisnis? Tapi gak punya modal? Gak perlu takut, diera digital seperti sekarang ini untuk memulai usaha gak perlu repot-repot seperti dulu lagi. Kalau dulu mungkin kita bakalan kesandung dengan pertanyaan: Mau buka usaha dimana? Dimana tempat yang murah tapi banyak pengunjungnya? Mau sewa tempat itu tapi kok mahal ya? Gimana cara masarin produk kita ya?

            Sekarang cukup dengan adanya sambungan internet dan perangkat pendukung serta pengetahuan yang cukup kita udah bisa jadi pengusaha lho. Modalnya juga gak perlu gede-gede amat. Hal yang utama sekarang ini adalah Ide. Ide bisnis apa yang kira-kira bakalan laku dipasaran dan pastinya beda dengan yang lainnya. Kalau ide itu udah dapat, untuk menjalankannya gak sulit.

            Temen-Temen pasti tau dong keripik pedes Maicih? (kalo gak tau googling aje yee :p) Ini merupakan salah satu contoh bisnis yang udah menggunakan teknologi digital yaitu social media Twitter sebagai media promosinya. Mereka gak butuh tempat dagang (lapak) yang mahal, cukup ngetweet mereka lagi dimana, ehhh para pembeli udah datang aja.

            So sekarang kalo mau berbisnis yah tinggal maju aja, jangan takut. Teman-teman pasti punya dong social network (SN) kaya Facebook atau twitter (pasti punya, secara Indonesia pengguna paling banyak yang pakai SN ini :D) dari pada gunain Facebook atau twitter teman-teman untuk update status galau gak jelas mending digunain untuk bisnis, tinggal upload foto produk yang akan teman-teman jual, tag dan share ke teman-teman yang lain udah deh.. Kalau ada yang mau beli tinggal kirim. Penjual gak perlu ngeluarin biaya sewa tempat jualan, pembeli juga gak perlu repot-repot datang ke tempat penjual.

            Selain pake social network teman-teman juga bisa jualan pakai web atau blog. Tinggal bikin blog khusus untuk memasarin produk-produknya. Kalau belum tau ngeblog, tinggal googling aja (thanks om google 🙂 ). Atau pake forum-forum tertentu seperti kaskus, salah satu forum terbesar di Indonesia. Alternatif lain juga buat teman-teman yang pake Blacberry, bisa dimanfaatin juga tuh Hpnya.

             Nah, saya sendiri juga baru mau menggunakan Sosial network dan blog untuk media promosi dan penjualan. Kenapa baru sekarang? Masalahnya adalah saya terbentur dengan ide. Ide produk apa yang harus dijual. Berhubung sekarang saya sudah mendapatkan ide, barulah saya akan memulai bisnis. Apa bisnisnya? Nanti saya share di postingan lain :p. Tapi kalau bisnis kecil-kecilan sih saya udah pernah manfaatin social network sebagai media promosi. Waktu itu saya pengen jual Hp saya yang gak dipake lagi karna udah ada Hp baru, setelah di post di facebook, ada yang nawar, begitu deal langsung deh transaksi dilakukan. Gampang kan.

            Intinya, Di era Digital seperti sekarang ini gak perlu repot-repot untuk bisnis tinggal melek teknologi (melek digital) dan bimsalabim semuanya tersedia dan gampang :D. Jadi jangan ada alasan kalau teman-teman masih pelajar gak ada modal untuk mulai bisnis manfaatin dengan benar teknologi yang dimiliki.