Posted in Karyaku, puisi

Aku

Aku?

Aku tak cukup cerdas untuk memahami logikaku

Aku?

Aku tak sanggup bijak untuk mengikuti kata hatiku

Lalu

Aku ini apa?

Aku adalah aku dengan kecerdasan dan kebijakan yang seaku

ya!

aku adalah aku

Tak lebih tak kurang

Advertisements
Posted in Karyaku, puisi

Tuhan

Biarkan, biarkan aku berteriak

Biarkan, biarkan aku menangis

Lalu biarlah hatiku melepuh, meleleh sejadi-jadinya

 

Tubuhku merespon

Logikaku memberontak

Rasaku kelu

 

Jatuh kedalam jurang tak berujung

Terbang tinggi kedalam atmosfer tanpa oksigen

Tenggelam dalam samudra tak berdasar

 

Kemudian sambut aku

Sambut aku dalam dekapanmu

Aku ingin bisa bersahabat denganmu

Posted in Karyaku, puisi

sesak

aku berlari semakin jauh
aku tahu pelarianku ini percuma
tak tahu kemana, tak tentu arah

aku menengok kebelakang
tapi terlalu takut untuk kembali

aku pasrah
namun semakin terperangkap

tak tahu harus mengejar apa
pun tak tahu harus berhenti dimana

aku tahu ini semua hanya membuatku lelah
aku pun tak tahu kapan harus berhenti

lari, lari,lari
hanya itu yang kutahu

berharap pelarianku ada tempat finishnya
atau biarkan tubuhku lebur dalam pelarianku
biarkan tubuhku yang menghentikanku
yang kutahu sekarang hanya berlari…

Posted in puisi

Puisi di film AADC

Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi… Sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar. Aku mau di pasar.

Bosan aku dengan penat,
dan enyah saja kau, pekat!

Seperti berjelaga jika aku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ahh.. ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya?
Biar terderah,
atau… aku harus lari ke hutan belok ke pantai?